Asi Booster, Asimil, Daun Kelor

Review Daun Kelor Untuk Asi & Cara Mengolahnya

Review Daun Kelor Untuk Asi & Cara Mengolahnya

Daun kelor memiliki lebih banyak vitamin C dari buah jeruk, lebih banyak vitamin A daripada wortel, lebih banyak kandungan potasium daripada buah pisang, dan lebih banyak zat besi daripada sayuran bayam.

Daun kelor juga kaya akan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi yang dapat membantu mengobati kanker, mencegah penyakit, dan melindungi otak Anda.

Lalu, benarkah daun kelor bisa melancarkan ASI ?

Bisa memperbanyak produksi ASI pada ibu Menyusui ?

Jika memang benar…

Sudah adakah penelitian daun kelor sebagai pelancar asi ?

Bagaimana cara mengolah daun kelor untuk melancarkan asi ?

Tenang…

Semua pertanyaan tersebut akan dijawab dengan detail dan lengkap dalam artikel ini.

ASI secara luas dianggap sebagai sumber makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir.

Kaya akan nutrisi dan antibodi pelindung, mengandung segala yang dibutuhkan bayi untuk bertahan melawan infeksi, mencegah alergi dan mendukung sistem kekebalan tubuh bayi yang rapuh dan kesehatan secara menyeluruh.

Beberapa wanita memilih untuk tidak menyusui karena berbagai alasan seperti karena gaya hidup atau alasan medis tertentu.

Sementara itu, ada juga wanita lain yang ingin bisa memberikan perhatian lebih kepada buah hati mereka dengan memberikan ASI eksklusif secara langsung, tetapi terkendala karena mengalami kesulitan memproduksi ASI yang cukup.

Dan bagi Anda para ibu yang ingin memperbanyak produksi ASI dengan cara yang aman, organik dan alami, jawabannya terletak pada daun kelor.

Jika Anda ingin tahu bagaimana seorang ibu menyusui dapat memperoleh manfaat dengan mengkonsumsi daun kelor, baca artikel ini.

Sejarah Daun Kelor

Sejarah Daun Kelor

Daun kelor adalah tanaman asli India Utara, tempat pertama kali diketahui sebagai ramuan obat sekitar tahun 2000 SM. Juga dikenal sebagai The Miracle Tree.

Pohon kelor menyebar ke arah timur dari India ke bagian bawah Cina, Asia Tenggara dan Filipina. Dari India Ia juga menyebar ke barat ke Mesir, Tanduk Afrika, di sekitar Mediterania, dan akhirnya ke Hindia Barat di Amerika.

Daun kelor juga digunakan dalam pembuatan parfum di Mesir kuno, Yunani, dan Kekaisaran Romawi. Telah dikenal selama berabad-abad karena khasiat nutrisi dan penyembuhannya di Asia dan Afrika.

Dalam pengobatan tradisional Ayurvedic dilaporkan dapat menyembuhkan sebanyak 300 penyakit. Ada bukti kuat bahwa jus bunga kelor dapat meningkatkan laktasi dan teh yang terbuat dari daunnya dapat melawan pilek dan infeksi.

Nutrisi Dan Penelitian Daun Kelor

Nutrisi Dan Penelitian Daun Kelor

Penelitian menjelaskan bahwa daun kelor memiliki kepadatan nutrisi yang luar biasa. Kombinasi dan komposisi zat vital pada daun kelor ini sangat terkonsentrasi, seimbang, dan unik di antara semua tanaman lainnya.

Menurut produsen AS, daun kelor gram mengandung : Dua kali lipat protein yoghurt; Empat kali lipat vitamin A dari wortel; Tiga kali lipat dari buah pisang; Empat kali lipat kalsium susu dan tujuh kali lipat vitamin C buah jeruk.

Penelitian lain telah menunjukkan kandungan mikro-nutrisi bahkan lebih besar ketika daun kelor dikeringkan yaitu :

Sepuluh kali lipat vitamin w dari wortel; 17 kali kalsium susu; 15 kali lipat dari pisang; 25 kali lipat bayam dan sembilan kali lipat protein yogurt.

  1. Vitamin : A (retinol / beta karoten), B 1 (thiamin), B 2 (riboflavin), B 3 (niacin), B 5 (asam panthotenic), B 6 (pyridoxal phosphate), B 7 ( pyridoxal phosphate), B 7 (biotin), B 9 (asam folat), C ( L – (+) – asam askorbat), D (cholecalciferol), E (tocopherol), K 1 (phyllochinon).
  2. Mineral : Kalsium, magnesium, besi, fosfor, kalium, mangan, tembaga , seng, selenium, belerang, boron, dan silicium.
  3. Asam lemak : Omega-3 tak jenuh, -6 und -9.
  4. Asam amino esensial : Leusin, isoleusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan dan valin
  5. Non-esensial asam amino : Tirosin, sistein, histidin, serin, asam glutamat, aspartat, asam aspartat (semi), prolin, glisin, alanin dan arginin.
  6. Phytamins : Polifenol, flavonoid: kaempferol, kuersetin, antosianin.
  7. Dll

100 gram bubuk daun kelor mengandung perbandingan :

  • 17 x lebih banyak kalsium daripada susu sapi (3,5% lemak)
  • 1,3 x lebih banyak asam amino esensial daripada telur
  • 6 x lebih banyak asam alfa- linolenat dari pada asam linolenat
  • 1,9 x lebih banyak serat daripada gandum
  • 8,8 x lebih banyak zat besi daripada filet daging sapi (tenderloin)
  • 6 x lebih banyak polifenol pelindung jantung daripada anggur merah
  • 4,7 x lebih banyak asam folat daripada hati sapi
  • 4,5 x lebih banyak vitamin E daripada bibit gandum
  • 1,5 x lebih banyak seng daripada potongan daging babi (Schnitzel)
  • 7 x lebih banyak vitamin C dari jeruk
  • 7 x lebih banyak magnesium dari pada udang
  • 37 x efek antioksidan lebih tinggi dari anggur merah
  • 6.9 x lebih banyak vitamin B1 dan B2 daripada ragi
  • 3 x lebih banyak potasium daripada pisang
  • 2 hingga 3 x lebih banyak pelindung mata lutein daripada kol hijau
  • 4 x lebih banyak vitamin A daripada wortel
  • Jumlah asam lemak tak jenuh yang sangat tinggi (Omega 3, 6 dan 9)
  • Selanjutnya jumlah klorofil alami yang sangat tinggi

Bagaimana Daun Kelor Bisa Melancarkan ASI Pada Ibu Menyusui ?

Cara Melancarkan Asi Dengan Daun Kelor

Manfaat daun kelor untuk Asi ialah karena ada kandungan galactagogue alami, yaitu suatu zat yang dapat meningkatkan produksi ASI.

Manfaat daun kelor untuk melancarkan asi sendiri telah lama digunakan sejak zaman kuno, serta menyediakan sumber makanan sehat untuk bayi dan ibu menyusui.

Pada tahun 2013, The Philippines Journal of Pediatrics menerbitkan laporan yang mengkaji temuan dari lima studi ilmiah yang memeriksa daun kelor dan dampaknya terhadap produksi ASI.

Laporan tersebut meninjau semua data yang dipublikasikan dari lima studi terkontrol acak kecil dan menemukan fakta bahwa Daun kelor menghasilkan produksi ASI.

Studi kedua yang mengevaluasi penggunaan daun kelor untuk melancarkan ASI di antara ibu dari bayi prematur, memiliki hasil yang sama.

Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung vitamin, mineral, dan asam amino esensial serta sejumlah glikosida.

Penelitian lain menunjukkan bahwa wanita dengan bayi prematur yang memanfaatna daun kelor 4-5 hari setelah melahirkan mengalami peningkatan produksi ASI.

Peningkatakan produksi ASI ini juga didokumentasikan pada ibu yang melahirkan secara normal.

Dalam sebuah studi tahun 2003, Ibu menyusui yang mengkonsumsi Daun kelor juga menunjukkan peningkatan laktasi yang signifikan ketika mereka mengkonsumsi 350 mg daun kelor setiap hari.

Sebagai tambahan, daun kelor juga dapat membantu mengatasi kelelahan yang seringkali muncul pada Ibu yang baru melahirkan.

Untuk mendapatkan kebaikan ekstrak daun kelor ini, Anda bisa memperolehnya dari Suplemen teh ASIMIL. Asimil adalah teh pelancar asi yang diciptakan dari berbagai paduan ekstrak herbal, salah satunya daun kelor. Dan sudah banyak membantu mereka Ibu menyusui untuk memperbanyak produksi ASI.

Manfaat Lain Daun Kelor Untuk Ibu Menyusui

Selain dapat membantu melancarkan ASI yang tersendat, daun kelor juga memiliki manfaat lain yang baik untuk Ibu menyusui, diantaranya :

Daun Kelor Membantu Melengkapi Kebutugan Kalsium Ibu Menyusui

Ibu menyusui membutuhkan tambahan kalsium karena tubuh mereka membuat susu untuk bayinya dan dengan demikian ada lebih banyak kebutuhan kalsium yang diperlukan.

Juga, bayi yang menyusui membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Daun kelor dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium ibu menyusui dan bayi Anda.

Daun Kelor Menjaga Kelelahan Ibu Menyusui

Daun kelor kaya akan zat besi yang sangat penting untuk ibu menyusui.

Sejumlah besar zat besi dalam tubuh dapat membantu ibu menyusui mengatasi kelelahan.

Juga, seorang wanita mungkin kehilangan banyak darah selama mereka menjalani persalinan. Olej karenanya, mengkonsumsi daun kelor dapat membantu mengisi kembali darah yang hilang dari tubuh.

Daunnya kaya akan kalsium, protein, potasium, zat besi, seng dan vitamin A, B dan C, menjadikannya makanan super bagi ibu baru, yang bahkan direkomendasikan oleh PBB untuk wanita hamil, ibu menyusui dan anak-anak.

Daun Kelor Meningkatkan Pertumbuhan Rambut Pasca Persalinan

Ternyata nutrisi yang terkandung dalam daun kelor, khususnya seng, zat besi, asam amino, vitamin C dan vitamin E, semuanya bermanfaat dalam mengatasi rambut rontok pascapersalinan.

Daun Kelor Dapat Meningkatkan Nutrisi dalam ASI

Mengkonsumsi daun kelor juga meningkatkan asupan beta-karoten pada ibu Menyusui.

Beta-karoten penting bagi bayi yang baru lahir untuk mencegah kebutaan dan penyakit menular. Mengkonsumsi daun kelor pasca melahirkan meningkatkan asupan vitamin A pada ibu, sehingga meningkatkan kandungan vitamin A dalam ASI setidaknya selama enam bulan.

Membantu Menjaga Kesehatan Rahim yang Baik

Mengkonsumsi daun kelor juga dapat membantu mengatasi nyeri persalinan. Sifat anti-inflamasi dan antibakteri dapat membantu menghilangkan kelesuan uterus setelah melahirkan.

Cara Melancarkan ASI Dengan Daun Kelor Dan Cara Mengolahnya

Cara Melancarkan ASI Dengan Daun Kelor Dan Cara Mengolahnya

Resep Teh Daun Kelor Pelancar Asi

  1. Siapkan beberapa aun kelor yang masih segar dan muda secukupnya.
  2. Rendam daun kelor di dalam air bersih, setelah bersih lalu keringkan.
  3. Letakkan di nampan, kemudian letakkan di udara terbuka ( jangan letakkan di bawah sinar matahari langsung ).
  4. Jika sudah kering, tumbuk atau blender hingga menjadi bubuk halus.
  5. Simpan daun kelor yang sudah menjadi bubuk di dalam wadah khusus dan letakkan di tempat yang sejuk.
  6. Ambil 1 atau 2 sendok makan daun kelor bubuk. Setelah itu seduh dengan air panas. Tambahkan madu jika menginginkan rasa yang lebih manis. Konsumsi teh segera setelah diseduh.

Resep Tumisan Daun Kelor Pelancar ASI

Bahan-Bahan :

  1. Daun kelor segar – 2 gelas
  2. Parutan kelapa – 4 hingga 5 sendok makan
  3. Daun kari – 6-7
  4. Biji sesawi – ½ sendok teh
  5. Bubuk kunyit – ¼ sendok teh
  6. Bubuk lada hitam- ¼ sendok teh
  7. Minyak kelapa – 1 sendok makan
  8. Garam secukupnya

Cara Mengolah :

  1. Panaskan sedikit minyak kelapa dalam wajan.
  2. Tambahkan biji sesawi dan daun kari dalam wajan.
  3. Setelah masak, tambahkan bubuk kunyit dan bubuk lada hitam.
  4. Tambahkan daun kelor dan lumuri semua daun dengan bumbu.
  5. Tambahkan garam secukupnya dan masak daun dengan semua bumbu selama dua hingga tiga menit.
  6. Pastikan untuk tidak terlalu matang daunnya.
  7. Setelah daun matang, tambahkan kelapa parut dan matikan apinya.
  8. Sajikan dengan nasi

Poin Penting Yang Perlu Dipertimbangkan

Berikut adalah beberapa tips penting yang harus Anda pertimbangkan ketika Anda berencana untuk mengkonsumsi Daun kelor untuk Ibu menyusui.

  1. Pastikan Anda memilih daun kelor hijau segar dan segar.
  2. Hindari menggunakan daun layu, pucat atau berwarna kuning dan terlihat basi.
  3. Konsumsilah daun kelor dalam jumlah sedang, karena jumlah berlebihan mungkin memiliki efek berbahaya pada hati dan ginjal.
  4. Bersihkan daun secara menyeluruh sebelum menggunakannya.
  5. Jangan pernah terlalu lama memasaknya, karena dapat membunuh semua nutrisi penting.
  6. Saat memasak daunnya, tambahkan kunyit ke dalamnya.
  7. Anda bisa menambahkan beberapa siung bawang putih untuk meningkatkan rasa.

Sebenarnya ada banyak pilihan alami yang tersedia yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan persediaan susu Anda.

Daun kelor adalah pilihan bagus yang dapat Anda pertimbangkan untuk meningkatkan produksi ASI Anda secara alami. Meskipun daun ini aman, tidak ada salahnya berkonsultasi dokter.

Apakah Ada Efek Samping Daun kKelor Untuk Ibu Menyusui ?

Belum ada efek samping yang dilaporkan yang dilaporkan dari mengkonsumsi kelor saat menyusui dan sebagian besar wanita hanya melaporkan manfaat – peningkatan pasokan ASI, energi dan sistem kekebalan yang lebih kuat.

Namun, walaupun demikian, dosis yang aman untuk mengkonsumsi kelor adalah 1000 mg / kg berat badan. Di atas 3000 mg / kg dapat memiliki efek buruk pada kesehatan Anda.

Jika ragu, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Terimakasih…

Sumber :

  1. https://parenting.firstcry.com/articles/moringa-for-breastfeeding-mothers/
  2. https://www.merdeka.com/gaya/cara-mengolah-daun-kelor-untuk-konsumsi-sehari-hari-dan-pengobatan-kln.html
0